Rabu, April 15, 2026
Informasi Pilkada
  • Home
  • Nasional
  • Berita Pilkada
  • Berita Kampanye
  • Login
No Result
View All Result
Informasi Pilkada
Home Berita Terkini

Dorong Modernisasi Polri, DPR RI Usul Kenaikan Status Kakorlantas

Dorong Modernisasi Polri, DPR RI Usul Kenaikan Status Kakorlantas

doddodydod by doddodydod
28 November 2025
in Berita Terkini
0
Dorong Modernisasi Polri, DPR RI Usul Kenaikan Status Kakorlantas
0
SHARES
0
VIEWS

Related posts

Operasi Ketupat 2026 Dinilai Berhasil Tingkatkan Keselamatan Pemudik

14 April 2026
Keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dinilai tidak terlepas dari sinergi kuat antara pemerintah, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan. Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menyebut sejumlah kebijakan strategis pemerintah turut berperan besar dalam mengurai kepadatan arus mudik sejak awal. Dalam keterangannya pada program Prime Time News Metro TV, Kakorlantas menjelaskan bahwa penerapan kebijakan Work from Anywhere (WFA) memberi dampak signifikan terhadap kelancaran arus mudik. Dengan fleksibilitas tersebut, masyarakat dapat mengatur jadwal perjalanan lebih awal sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada waktu tertentu. “Dengan Work from Anywhere yang diberlakukan lebih awal, pemudik sudah bisa mencicil perjalanan. Ini sangat membantu mengurai kepadatan,” ujar Kakorlantas. Selain kebijakan WFA, pemerintah juga mendorong masyarakat memanfaatkan program mudik gratis menggunakan bus dan kereta api. Langkah ini dinilai efektif mengurangi volume kendaraan pribadi di jalur tol maupun arteri. Kebijakan pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode Operasi Ketupat. “Ketika one way nasional diterapkan, beban jalan arteri harus dijaga. Maka pembatasan kendaraan sumbu tiga ini sangat penting,” katanya. Kakorlantas menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan tagline Kapolri “mudik aman, keluarga bahagia” yang menempatkan perjalanan mudik sebagai momen penting yang harus dilalui dengan rasa aman dan nyaman. Dari sisi hasil, Operasi Ketupat 2026 menunjukkan capaian positif. Angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan tercatat turun sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut menjadi indikator keberhasilan strategi pengelolaan lalu lintas berbasis teknologi melalui data driven management dan predictive traffic policing. Dalam pengambilan keputusan, Korlantas Polri memanfaatkan pemantauan real time, termasuk pengawasan udara untuk menentukan rekayasa lalu lintas seperti penerapan one way maupun contraflow. “Keputusan diambil berbasis data dan parameter. Setelah dipantau, baru kita eksekusi rekayasa lalu lintas,” jelasnya. Selain itu, pengelolaan rest area juga menjadi perhatian utama. Sistem buka tutup diterapkan untuk mencegah penumpukan kendaraan, disertai imbauan kepada pemudik agar memanfaatkan jalur alternatif dan beristirahat di wilayah kabupaten atau kota terdekat. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi kepadatan, tetapi juga memberi peluang bagi masyarakat untuk menikmati kuliner lokal. Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 juga tercermin dari tingginya tingkat kepuasan masyarakat. Berdasarkan survei KedaiKopi, sebanyak 88,8 persen responden menyatakan puas terhadap layanan mudik dengan nilai rata-rata 7,18 dari skala 1 hingga 10. “Kesesuksesan ini berkat kolaborasi, negara hadir bersama stakeholder untuk mengelola arus mudik dan arus balik, sekaligus menjaga harkamtibmas,” kata Kakorlantas. Rekor Mudik 2026 Terkendali, Kakorlantas Soroti Peran Teknologi dan WFA Tahun ini juga mencatat rekor arus mudik tertinggi dengan 270.315 kendaraan keluar dari Jakarta dalam satu hari. Meski terjadi lonjakan signifikan, kondisi lalu lintas tetap terkendali. Bahkan, angka fatalitas kecelakaan turun hingga 31 persen dan jumlah kejadian kecelakaan menurun 5,31 persen. “Yang kita pastikan bukan hanya perjalanan, tapi perjalanan yang aman sampai tujuan dan kembali dengan selamat,” ujarnya. Kakorlantas menambahkan bahwa pengamanan Operasi Ketupat mencakup lima klaster utama, mulai dari jalan tol, jalan arteri, pelabuhan, bandara, tempat ibadah, hingga lokasi wisata. “Semua dikelola dengan teknologi dan parameter yang terukur agar arus tetap lancar,” ucapnya. Dengan kombinasi kebijakan pemerintah, teknologi modern, serta pelayanan humanis di lapangan, Operasi Ketupat 2026 dinilai berhasil menciptakan arus mudik dan balik yang lebih aman, lancar, dan terkendali.

Korlantas Polri Komitmen Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas Berkelanjutan

13 April 2026

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas, S.Ag dari Dapil DKI Jakarta I, menyampaikan apresiasi dan sejumlah masukan strategis terkait transformasi organisasi Polri, khususnya pada sektor lalu lintas dan penerapan teknologi ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement). Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Komisi III DPR RI bersama Korlantas Polri.

Hasbiallah membuka penyampaiannya dengan memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan modernisasi struktur Polri. Ia menegaskan, “Yang pertama, saya sangat mengapresiasi apa yang Bapak paparkan dan juga mendukung kebijakan Kapolri tentang transformasi organisasi.

Polri yang ada empat itu, Pak. Saya sangat mendukung Kakorlantas menjadi Balantas Polri, Pak.” Dukungan tersebut menurutnya relevan karena peningkatan struktur organisasi harus sejalan dengan peningkatan kinerja di lapangan.

Ia secara khusus menyoroti efektivitas ETLE sebagai instrumen yang mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Menurutnya, ETLE bekerja dengan cara yang lebih persuasif namun berdampak signifikan. “ETLE itu membuat masyarakat dengan cara halus, tidak sadar dia dipaksa, mereka harus patuh dengan aturan,” ujarnya.

Sebagai legislator yang mewakili wilayah Jakarta, Hasbiallah turut menyampaikan pengalaman langsung terkait ETLE di beberapa titik rawan pelanggaran lalu lintas. “Di DKI Jakarta itu, ini pengalaman langsung Pak. Mereka biasanya kalau flyover-flyover atau dekat-dekat kampung seperti daerah Klender, itu biasanya tidak patuh dan tidak pakai helm. Setelah ada ETLE, mereka jadi patuh, Pak.”

Namun demikian, ia menilai jumlah kamera ETLE saat ini masih belum memadai. “Kalau bisa Pak, kalau 1.000 se-Indonesia itu sangat kurang. 5.000 sangat kurang, Pak,” tegasnya. Ia berharap penambahan perangkat ETLE bisa diprioritaskan, terutama di bawah jembatan dan titik-titik yang sering terjadi pelanggaran arus.

Selain ETLE, Hasbiallah juga menyinggung pentingnya peningkatan efektivitas rekayasa lalu lintas, terutama di kawasan Cikampek yang tahun sebelumnya dinilai kurang memuaskan. Ia menekankan bahwa koordinasi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan, termasuk Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, hingga BMKG.

Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru), terutama terkait pembatasan operasional kendaraan berat. “Kalau bisa Pak, H-2 juga sudah tidak boleh Pak,” ujar Hasbiallah, merespons penjelasan mengenai pembatasan H-3.

Menutup penyampaiannya, Hasbiallah kembali memberikan apresiasi kepada jajaran Korlantas Polri serta berharap peningkatan struktur jabatan dapat segera diwujudkan. “Terima kasih, sangat mengapresiasi apa yang Bapak… dan mudah-mudahan saya berdoa kepada Allah SWT supaya Bapak jadi Bintang Tiga.”

Tags: DPR RIKomisi III DPR RIKorlantas

POPULAR NEWS

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

© Copyright Pilkadanews Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home

© Copyright Pilkadanews Team All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version