Warning: is_dir(): open_basedir restriction in effect. File(/home/omwjuscs/public_html/web_live/pilkadanews.com/wp-content/plugins/wpdiscuz/themes/default) is not within the allowed path(s): (/www/wwwroot/pilkadanews.com/:/tmp/) in /www/wwwroot/pilkadanews.com/wp-content/plugins/wpdiscuz/forms/wpdFormAttr/Form.php on line 146
Jumat, Desember 12, 2025
Informasi Pilkada
  • Home
  • Nasional
  • Berita Pilkada
  • Berita Kampanye
  • Login
No Result
View All Result
Informasi Pilkada
Home Nasional

Akademisi: Saatnya mengupayakan Pilkada demokratis di Papua

admin pilkadanews by admin pilkadanews
14 Januari 2021
in Nasional
0
Akademisi: Saatnya mengupayakan Pilkada demokratis di Papua
0
SHARES
0
VIEWS

Related posts

Pemilu 2024 Diyakini Berdampak Lebih Besar pada Ekonomi

Pemilu 2024 Diyakini Berdampak Lebih Besar pada Ekonomi

12 Oktober 2022
Anggota DPR: Penetapan Tanggal Pemilu Harus Hindari Politisasi SARA

Anggota DPR: Penetapan Tanggal Pemilu Harus Hindari Politisasi SARA

25 Januari 2022

Jayapura, Jubi – Akademisi dari Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura, Papua, Yakobus Richard Murafer mengatakan, saatnya semua pihak memikirkan bagaimana pemilihan kepala daerah (pilkada), diselenggarakan secara demokratis di Papua pada masa mendatang.

Pengajar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau FISIP Uncen itu mengatakan, mengupayakan terlaksananya pilkada demokratis mesti didukung berbagai faktor.

Di antaranya, bebas dari politik uang, tidak ada tekanan dari pihak tertentu, tanpa pengerahan massa memilih calon tertentu dan lainnya.

“Dengan begitu, calon pemimpin yang terpilih memang murni hasil dari proses yang demokratis. Bagi saya pemilihan demokratis itu dilaksanakan berdasarkan prinsip asas kepatuhan dan kesadaran,” kata Murafer kepada Jubi, Rabu (13/1/2021).

Katanya, untuk melaksanakan pemilihan kepala daerah sacara demokratis, penyelenggara juga memiliki peran penting. Mereka dituntut bekerja profesional, taat asas melaksanakan aturan.

“Pemilu atau pilkada demokratis juga jauh dari unsur kecurangan dan politisasi SARA. Mesti berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia yang jujur dan adil,” ujarnya.

Murafer mengakui, butuh waktu menciptakan terlaksananya pilkada yang demokratis. Semua pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat hingga warga mesti bekerjasama.

Para pihak itu mesti bersama memberikan pendidikan politik yang benar kepada masyarakat. Sebab, hingga kini tidak ada cara lain memilih pemimpin di daerah, selain melalui pilkada. Akan tetapi, prosesnya mesti dilaksanakan secara benar.

“Di Papua ada daerah yang menggunakan sistem kearifan lokal dalam pemilu atau pilkada, dengan sistem noken. Akan tetapi bagaimana agar sistem itu tetap demokratis, caranya lewat pendidikan politik. Pendidikan politik kan tidak hanya lewat parpol tapi semua stakeholder,” ucapnya.

Sementara, Sekretaris II Dewan Adat Papua John N.R Gobai mengatakan, negara harus mampu memposisikan hak politik orang asli Papua dalam pesta demokrasi. Akan tetapi mesti didukung regulasi.

“Ini yang sampai sekarang tidak dibicarakan dan dirumuskan secara baik,” kata Gobai belum lama ini.

Kata Gobai, dalam pesta demokrasi masyarakat haruslah memilih pemimpin yang benar-benar bekerja sesuai aturan dan kepentingan warganya. Bukan mereka hanya sekadar bicara, tanpa realisasi. 

POPULAR NEWS

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

© Copyright Pilkadanews Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home

© Copyright Pilkadanews Team All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz
Go to mobile version