Warning: is_dir(): open_basedir restriction in effect. File(/home/omwjuscs/public_html/web_live/pilkadanews.com/wp-content/plugins/wpdiscuz/themes/default) is not within the allowed path(s): (/www/wwwroot/pilkadanews.com/:/tmp/) in /www/wwwroot/pilkadanews.com/wp-content/plugins/wpdiscuz/forms/wpdFormAttr/Form.php on line 146
Minggu, Desember 7, 2025
Informasi Pilkada
  • Home
  • Nasional
  • Berita Pilkada
  • Berita Kampanye
  • Login
No Result
View All Result
Informasi Pilkada
Home Nasional

Rawan Konflik, Pengamat Minta Pilkada 2020 Dikawal Ketat

admin pilkadanews by admin pilkadanews
27 Oktober 2020
in Nasional
0
Pulau Penyengat Resmi Jadi Kampung Pengawasan Antipolitik Uang Pilkada 2020
0
SHARES
0
VIEWS

Related posts

Pemilu 2024 Diyakini Berdampak Lebih Besar pada Ekonomi

Pemilu 2024 Diyakini Berdampak Lebih Besar pada Ekonomi

12 Oktober 2022
Anggota DPR: Penetapan Tanggal Pemilu Harus Hindari Politisasi SARA

Anggota DPR: Penetapan Tanggal Pemilu Harus Hindari Politisasi SARA

25 Januari 2022

Tempo.co – Direktur Eksekutif Indonesian Democratic (IDE) Center David Kaligis menilai ada potensi konflik dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, ia meminta pelaksanaan Pilkada harus diawasi secara ketat.

“Pelaksanaan Pilkada memang dilematis karena di satu sisi kesehatan rakyat menjadi prioritas utama. Namun di sisi lain Pilkada harus tetap dilaksanakan sebagai sarana sirkulasi elit politik,” kata David di Jakarta, kemarin.  

Ia menyatakan ada beberapa hal yang harus serius diperhatikan berkaitan penyelenggaraan Pilkada 2020 dan tidak bisa dianggap remeh. 

Pertama, kata David, rezim hukum pemilu dalam Pilkada tidak akan berjalan efektif. Ia menilai situasi itu bisa berujung pada konflik di tengah masyarakat dan melahirkan derasnya gugatan.

Kedua ialah potensi terjadinya electoral frauds atau penyimpangan pada proses pelaksanaan Pilkada 2020. Penyimpangan diperkirakan terjadi baik secara kasuistik maupun sporadik, bahkan dapat berkembang menjadi masif. 

Dia mencontohkan dalam pemungutan suara pada 9 Desember 2020, masyarakat yang akan hadir ke TPS harus mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak. David menyatakan antrean bisa terjadi dan durasi pemungutan suara pun berjalan lama. Dampaknya, tenaga penyelenggara di tingkat bawah bisa terkuras dengan mundurnya waktu di TPS.Kelelahan dan potensi kelalaian bisa terjadi dan tidak menutup kemungkinan tragedi penyelenggara yang tewas akibat kelelahan di Pemilu 2019 terulang kembali. 

Ketiga, ruang gerak yang terbatas bagi pengawas pemilu karena ada pandemi Covid-19 menjadi peluang oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melanggar aturan. “Ketidakpuasan atas kekalahan karena cacatnya penyelenggaraan Pilkada dapat mengakibatkan pengerahan massa untuk menuntut keadilan elektoral,” tutur David.  

Keempat, persoalan hak pilih masyarakat di Pilkada 2020 harus dijadikan perhatian bersama. Begitu juga dengan daftar pemilih tetap. “Di saat normal saja surat undangan pemilih, yakni form C6 banyak yang tidak sampai ke tangan pemilih atau ditimbun oleh oknum-oknum tertentu, apalagi di tengah Pandemi,” ujar David.

POPULAR NEWS

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

© Copyright Pilkadanews Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home

© Copyright Pilkadanews Team All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz
Go to mobile version