Warning: is_dir(): open_basedir restriction in effect. File(/home/omwjuscs/public_html/web_live/pilkadanews.com/wp-content/plugins/wpdiscuz/themes/default) is not within the allowed path(s): (/www/wwwroot/pilkadanews.com/:/tmp/) in /www/wwwroot/pilkadanews.com/wp-content/plugins/wpdiscuz/forms/wpdFormAttr/Form.php on line 146
Kamis, Desember 11, 2025
Informasi Pilkada
  • Home
  • Nasional
  • Berita Pilkada
  • Berita Kampanye
  • Login
No Result
View All Result
Informasi Pilkada
Home Nasional

Terkesan Dipaksakan, Hasil Pilkada Dikhawatirkan Asal Jadi

admin pilkadanews by admin pilkadanews
28 September 2020
in Nasional
0
Klaster COVID-19 Hantui Pilkada 2020
0
SHARES
0
VIEWS

Related posts

Pemilu 2024 Diyakini Berdampak Lebih Besar pada Ekonomi

Pemilu 2024 Diyakini Berdampak Lebih Besar pada Ekonomi

12 Oktober 2022
Anggota DPR: Penetapan Tanggal Pemilu Harus Hindari Politisasi SARA

Anggota DPR: Penetapan Tanggal Pemilu Harus Hindari Politisasi SARA

25 Januari 2022

Republika.co.id – Pengamat politik Universitas Andalas Najmuddin Rasul menilai pelaksanaan Pilkada serentak 2020 terkesan dipaksakan. Ia khawatir, pelaksanaan Pilkada hanya asal jadi sehingga pesta demokrasi daerah ini gagal melahirkan pemimpin terbaik.

“Saya khawatir pelaksanaan Pilkada asal jadi saja.  Karena terasa dipaksakan. Sehingga Pilkada kali ini dapat memunculkan pemimpin yang tidak capable,” kata Najmuddin kepada Republika, Senin (28/9).

Najmuddin menyebut pelaksanaan Pilkada di saat pandemi belum berakhir akan sangat riskan. Terlebih saat ini begitu tahapan Pilkada sudah sampai pada masa kampanye, angka penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia termasuk Sumatra Barat masih tinggi. Menurut dia, petugas yang akan melaksanakan Pilkada akan merasa takut sehingga tidak maksimal dalam menjalankan tugas.

Selain itu, potensi konflik juga akan tinggi. Misalnya ada paslon atau tim kampanye yang melanggar protokol Covid kena tegur oleh petugas, bisa menciptakan perselisihan karena tim dari paslon pasti ingin memperlihatkan kekuatan dengan pengumpulan masa yang banyak.

Kemudian, angka partisipasi politik warga saat hari pemilihan kata Najmuddin juga akan berpotensi mengalami penurunan. Dengan kata lain angka golongan putih (Golput) akan tinggi. Karena warga yang sadar dengan ancaman Covid-19 akan enggan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau datang ke acara pertemuan-pertemuan politik.

“Target KPU 76 persen partisipasi warga akan silit tercapai. Kalau angka partisipasi warga hanya di bawah 50 persen, maka legitimasi kepemimpinan jadi rendah,” ucap Najmuddin.

Tahapan Pilkada di Sumbar sudah memasuki masa kampanye sejak Sabtu (26/9) kemarin. Masa kampanye akan berlangsung sampai 5 Desember 2020 mendatang. Setelah itu akan berlanjut pada tahapan pemungutan suara atau pencoblosan pada 9 Desember 2020.

POPULAR NEWS

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

© Copyright Pilkadanews Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home

© Copyright Pilkadanews Team All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz
Go to mobile version