Kumparan.com – Melonjaknya angka kasus COVID-19 di Indonesia seakan menjadi tantangan tersendiri buat pemerintah pusat, sehingga Presiden RI Joko Widodo mempertimbangkan untuk menunda Pilkada serentak tahun 2020 di tengah pandemi atas desakan dan petisi yang masuk.
Menanggapi hal tersebut, setidaknya tiga dari empat Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan memberi tanggapan terkait wacana penundaan Pilkada Serentak tersebut.
Seperti yang diutarakan Bakal Calon Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid yang berpasang dengan Deby Jamro itu mengatakan akan mengikuti semua aturan yang diputuskan pemerintah pusat.
“Kita ikuti aturan yang terbaik, dalam artian kita mengikuti jika ada aturan ataupun ketentuan dari pusat, jika wacana itu diputuskan untuk ditunda,” kata Riza kepada Babelhits.
Lanjut Riza, menyangkut hal tersebut pihaknya sudah siap kalau memang pilkada serentak ini jika memang harus ditunda atau diundur.
“Kalau memang ditunda kita harus ikut, jika dilanjutpun kita sudah siap untuk itu,” imbuhnya.
Kendati demikian, dirinya juga menyebutkan, jika kalau memang ditunda, sisi positifnya pemerintah memang peduli, karena pilkada di tengah pandemi ini menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Jikapun ditunda, pemerintah juga tidak mau mengorbankan masyarakat banyak. Kalaupun dilanjutkan saya harap masyarakat kita harus memperhatikan protokol kesehatan COVID-19 saat pilkada nanti maupun kesehariannya,” tuturnya.
Senada dengan Bapaslon Aditya-Damiri melalui ketua tim pemenangannya, Sopian AP mengatakan, pihaknya menanggapi positif dan akan mengikuti peraturan pusat terkait itu.
“Kita ikuti, kita akan mengikuti semua mekanisme yang dikeluarkan oleh penyelenggara pemilu. Apapun yang dikeluarkan terkait pelaksanaan pilkada kita ikuti,” tuturnya saat di konfirmasi Babelhits.
Menurut Sopian, terkait wacana tersebut pemerintah dalam hal ini bisa mengambil keputusan mana yang baiknya, karena ini melibatkan masyarakat banyak.
“Walaupun kita sama-sama capek dalam menghadapi kondisi di tengah pandemi ini. Tapi yang jelas kalau ditunda akan lebih baik dan lebih tenang dalam pemilihan nanti,” imbuhnya.
“Termasuk masyarakat yang Golput juga tidak banyak. Semakin banyak orang berpartisipasi pada pemilihan nanti, hasilnya semakin baguskan begitu,” sambung Sopian yang juga menjabat Ketua DPC Gerindra Bangka Selatan.
Diungkapkannya, pihaknya setuju dengan apa yang akan diputuskan terkait wacana penundaan pilkada serentak tersebut.
“Kita setuju, kalau ditunda kami juga tidak ada masalah, lagian yang ditunda itu kan hanya proses pencoblosannya saja bukan tahap proses yang lain,” katanya.
Sopian juga menyebutkan, pihaknya mendukung penuh jika keputusan penundaan pilkada serentak dilakukan, karena hal itu bisa mempengaruhi hasil pilkada nanti.”
Kita mendukung kalau terjadi penundaan, karena menyangkut hasil pilkadanya nanti, jangan sampai kawan-kawan (masyarakat–red) takut terkena Corona sehingga memilih Golputnya lebih dari 50 persen, itukan bahaya,” terang Sopian.
“Intinya dipertimbangkanlah, karena ini bukan menyangkut kekosongan kekuasaan dan lain-lain, tapi ini menyangkut keselamatan masyarakat banyak dan kemurnian daripada hasil pilkada ini sendiri. Jangan sampai pemimpin yang dihasilkan adalah pemimpin yang tidak full dipilih masyarakat karena banyak yang Golput,” tukas Sopian.
Sementara itu dari Bapaslon jalur Independen, yakni bakal calon Bupati Basel, Kodi Midahri yang berpasangan dengan Rusliadi mengatakan wacana tersebut tidak jadi masalah bagi pergerakan mereka.
“Bagi kami, Kodi-Rusliadi (KORI) tidak akan jadi masalah jika Pilkada 2020 harus ditunda. Kita enjoy saja, ditunda dan tetap dilanjutkan sama saja. Intinya kami siap apapun keputusan pemerintah pusat,” tukas Kodi saat di hubungi Babelhits.
Namun Bapaslon Rina-Doni memilih enggan berkomentar saat di hubungi Babelhits.


