Beritasatu.com – Wali Kota Jambi, Syarif Fasha terancam gagal mengikuti pemilihan gubernur (Pilgub) Jambi Desember 2020 kendati yang bersangkutan unggul atau memiliki elektabilitas tertinggi berdasarkan hasil survei Pilgub Jambi. Berdasarkan hasil survei yang lembaga survei, Charta Politica, Juli 2020, pasangan kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, Syarif Fasha – Asafri Jaya Bakri (Wali Kota Sungaipenuh) meraih dukungan tertinggi, 26,3%. Sedangkan tiga pasangan lainnya hanya meraih dukungan 11,4% hingga 22,6%.
Namun pasangan Syarif Fasha – Asafri Jaya Bakri berpotensi tereliminasi dari kontestasi Pilgub Jambi, karena kurangnya dukungan partai politik (parpol) peraih kursi di DPRD Provinsi Jambi. Syarif Fasha – Asafri Jaya Bakri hingga akhir Agustus ini baru meraih dukungan dua parpol, yakni Partai Nasdem dan PPP. Kedua parpol tersebut hanya memiliki lima kursi di DPRD Provinsi Jambi, Nasdem memiliki dua kursi dan PPP memiliki tiga kursi. Sementara syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jambi didukung parpol dengan jumlah minimal 11 kursi di DPRD Provinsi Jambi.
Empat parpol peraih kursi terbanyak di DPRD Provinsi Jambi yang sebelumnya diharapkan mendukung Syarif Fasha – Asafri Jaya Bakri, yakni PDIP sebanyak sembilan kursi, Demokrat, Gerindra dan PAN masing-masing memiliki tujuh kursi akhirnya memilih mendukung pasangan kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi lainnya.
PDIP di saat-saat terakhir penentuan dukungan Agustus ini akhirnya mendukung pasangan Cek Endra – Ratu Munawaroh. PAN mendukung pasangan Al Haris – Abdullah Sani, Gerindra dan Demokrat mendukung pasangan balon patahana, Fachrori Umar – Syafril Nursal.
Sementara informasi yang dihimpun SP di lapangan, pasangan Syarif Fasha – Asafri Jaya Bakri sudah mengambil ancang-ancang membatalkan keikutsertaan dalam kontestasi Pilgub Jambi 2020. Langkah tersebut dipilih menyusul tidak ada lagi parpol di Jambi yang akan mengusung Syarif Fasha – Asafri Jaya Bakri. Semua parpol peraih kursi di DPRD Provinsi Jambi sudah memantapkan dukungan kepada tiga pasangan kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi lainnya.
Golkar dan PDIP dengan jumlah kursi 16 kursi di DPRD Provinsi Jambi mengusung pasangan Cek Endra (Bupati Sarolangun) – Ratu Munawaroh (isteri mantan Gubernur Jambi dua periode, Zulkifli Nurdin). PAN, PKS, PKB dan Berkarya dengan jumlah 18 kursi di DPRD Provinsi Jambi mengusung pasangan Al Haris (Bupati Merangin ) – Abdullah Sani (mantan Wakil Wali Kota Jambi). Sedangkan Gerindra, Demokrat dan Hanura dengan total jumlah 16 kursi di DPRD Provinsi Jambi mengusung pasangan Fahcrori Umar (Gubernur Jambi) – Syafril Nursal (kader Demokrat).
Tim Pemenangan Pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, Syarif Fasha – Asafri Jaya Bakri hingga Rabu (26/8) belum ada yang bersedia memberi keterangan terkait masih kurangnya dukungan parpol terhadap pasangan Syarif Fasha – Asafri Jaya Bakri.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Jambi, Evi Suherman mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan sikap terkait tidak adanya lagi tambahan parpol yang mendukung pasangan Syarif Fasha – Asafri Jaya Bakri. Sebelumnya PPP Jambi yang memiliki tiga kursi di DPRD Provinsi Jambi sudah menetapkan dukungan kepada pasangan Syarif Fasha – Asafri Jaya Bakri.
“Kami sepenuhnya menyerahkan kepada DPP PPP terkait pengalihan dukungan PPP terhadap pasangan calon lain jika Syarif Fasha – Asafri Jaya Bakri gagal ikut pilkada serentak nanti. Keputusan tersebut akan segera diambil DPP, sebab waktu pendaftaran Pilkada Serentak 2020, September sudah dekat,”ujarnya.
Secara terpisah, Ketua Tim Pemenangan Fachrori Umar, Miftahul Ikhlas mengatakan, kandidat Gubernur Jambi patahana, Fachrori Umar yang berpasangan dengan Syafril Nursal dipastikan bisa mengikuti Pilkada Serentak 2020 setelah mendapat dukungan Gerindra, Demokrat dan Hanura dengan total 16 kursi di DPRD Provinsi Jambi.
“Pasangan Fachrori Umar – Syafril Nursal dipastikan memenuhi syarat mendaftar mengikuti Pilkada Serentak 2020 setelah mendapat dukungan tambahan dari dua parpol, Gerindra dan Demokrat yang memiliki 14 kursi di DPRD. Sebelumnya ketika masih berpasangan dengan Safrial, Fachrori Umar hanya mendapatkan dukunan Hanura dengan jumlah dua kursi di DPRD,”katanya.
Sementara itu Pengamat Kebijakan Politik dari Universitas Jambi (Unja), Dedek Kusnadi mengatakan, kontestasi Pilgub Jambi 2020 berpeluang hanya diikuti tiga pasangan calon menyusul kurangnya dukungan parpol terhadap pasangan Syarif Fasha – Asafri Jaya Bakri. Pasangan calon Guberu rdan Wakil Gubernur Jambi yang bakal bertarung pada Pilgub 2020 Desember nanti hanya tiga, yakni pasangan Cek Endra – Ratu Munawaroh, Fachrori-Syafril Nursal dan Al Haris-Abdullah Sani.
“Syarif Fasha – Asafri Jaya Bakri diperkirakan tidak bisa lagi mengikuti Pilgub Jambi 2020 karena kurangnya dukungan parpol. Pasangan tersebut hanya didukung dua parpol dengan jumlah lima kursi kursi di DPRD,”katanya.


