Lensapurbalingga.pikiran-rakyat.com – Ketua DPC Gerindra Purbalingga Adi Yuwono menegaskan pencalonannya sebagai wakil bupati berpasangan dengan Fidloh Threeyati bukan sebagai boneka politik.
Hal tersebut disampaikan Adi Yuwono saat gelar konsolidasi di DPC Partai Gerindra Purbalingga pada Sabtu 15 Agustus 2020 lalu.
“Konsolidasi ini menangkis isu-isu yang beredar bahwa kami bagongan (boneka) dan itu tidak benar,” kata Adi
“Saya dari Partai Gerindra benar-benar terpanggil berpasangan dengan Fidloh Threeyati untuk membawa Purbalingga baru, Purbalingga yang sejahtera,” sambungnya.
Menurutnya, selain untuk mennagkal isu, konsolidasi yang diadakannya tersebut juga untuk menjalankan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra terkait dengan Pilkada 2020.
“Konsolidasi ini menyamakan presepsi semua kader memenangkan paslon Fidloh Threeyati dan Adi Yuwono (Fidi) pada Pilkada 2020 Purbalingga,” tutur dia.
Adi mengatakan keseriusan maju Pilkada 2020 karena menginginkan pembangunan di Kabupaten Purbalingga dapat melibatkan seluruh stakeholder. Selain itu penataan briokrasi yang proposional dengan melibatkan DPRD.
“DPRD merupakan wakil masyarakat yang harus kami ajak bersama dalam rangka pembangunan Purbalingga yang menyeluruh dan bisa dirasakan mayarakat,” ujarnya.
Sejak awal, kata dia, Fraksi Gerindra tidak pernah menyetujui adanya pembangunan gedung DPRD dan Islamic Center.
Saat itu Fraksi Gerindra menginginkan agar mendahulukan kepentingan masyarakat.
“75 persen masyarakat Purbalingga adalah petani. Maka sektor pertanian kami dorong agar menghasilkan nilai jual yang tinggi, dan memberikan solusi supaya petani tidak kesulitan mencari pupuk,” jelasnya.


